PENGGUNAAN TANDA HUBUNG (-) DAN TANDA PISAH (─) (EYD)

A. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya: 
Di samping cara lama diterapkan juga ca-ra baru …. 
Sebagaimana kata peribahasa, takada ga-ding yang takretak. 

Catatan:
Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya, tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan. Untuk contoh, lihat Penulisan Kata Dasar dan Turunan (EYD), bagian kata turunan catatan no (5).

2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. 
Misalnya: 
Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas. 
Kukuran baru ini memudahkan kita me-ngukur kelapa. 
Senjata ini merupakan sarana pertahan-an yang canggih. 

3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang. 
Misalnya:
anak-anak 
berulang-ulang 
kemerah-merahan 

4. Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu. 
Misalnya: 
22-12-2015 
p-a-n-i-t-i-a 

5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata. 
Misalnya: 
ber-evolusi
dua-puluh ribuan (20 x 1.000)
tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial)
Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok.

Bandingkan dengan: 
be-revolusi
dua-puluh-ribuan (1 x 20.000)
tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: 
a. se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, 
b. ke- dengan angka, 
c. angka dengan -an
d. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital, 
e. kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan 
f. gabungan kata yang merupakan kesatuan. 

Misalnya:
se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H
sinar-X 
mem-PHK-kan 
ciptaan-Nya 
atas rahmat-Mu
Bandara Sukarno-Hatta 
alat pandang-dengar

7. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. 
Misalnya: 
di-smash 
di-mark-up 
pen-tackle-an 

B. Tanda Pisah (─) 
1. Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. 
Misalnya: 
Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. 
Keberhasilan itusaya yakindapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. 

2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. 
Misalnya:
Rangkaian temuan inievolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atomtelah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesiaamanat Sumpah Pemudaharus terus ditingkatkan.

3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'. 
Misalnya:
Tahun 19282008
Tanggal 510 April 2008
JakartaBandung

Catatan:
(1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. 
Misalnya:
Kita memerlukan alat tulispena, pensil, dan kertas. 

(2) Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

Posting Komentar untuk "PENGGUNAAN TANDA HUBUNG (-) DAN TANDA PISAH (─) (EYD)"