PENGGUNAAN TANDA TITIK KOMA (;) DAN TANDA TITIK DUA (:) (EYD)

A. Tanda Titik Koma (;) 
1. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. 
Misalnya: 
Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku-buku yang baru dibeli ayahnya. 
Ayah mengurus tanaman di kebun; Ibu menulis makalah di ruang kerjanya; Adik membaca di teras depan; saya sendiri asyik menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. 

2. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan
Misalnya: 
Syarat-syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: 
(1) berkewarganegaraan Indonesia;
(2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya; 
(3) berbadan sehat; 
(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. 
Misalnya: 
Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaos; pisang, apel, dan jeruk. 
Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi. 

B. Tanda Titik Dua (:) 
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. 
Misalnya: 
Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari. 
Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. 

Catatan: 
Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. 
Misalnya:
Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
Fakultas itu  mempunyai  Jurusan  Ekonomi  Umum  dan  Jurusan  Ekonomi Perusahaan.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
a. Ketua: Ahmad Wijaya
Sekretaris: Siti Aryani
Bendahara: Aulia Arimbi

b. Tempat: Ruang Sidang Nusantara
Pembawa Acara: Bambang S.
Hari, tanggal: Selasa, 22 Desember 2015
Waktu: 09.00—10.30

3. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. 
Misalnya:
Ibu: "Bawa kopor ini, Nak!"
Amir: "Baik, Bu."
Ibu: "Jangan lupa. Letakkan baik-baik!"

4. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. 
Misalnya: 
Horison, XLIII, No. 8/2008:8 
Surah Yasin: 9 
Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara 
Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa

Posting Komentar untuk "PENGGUNAAN TANDA TITIK KOMA (;) DAN TANDA TITIK DUA (:) (EYD)"